Gregetnya tetap full !!! mungkin itu bahasa yang paling tepat untuk menggambarkan suasana Blues Mara Live Is Back, Sabtu (malam) 12 Desember kemarin yang berlangsung di halaman Radio Mara di jalan Guntur Sari Wetan no 27 Bandung. Acara yang cukup rutin digelar pada beberapa tahun yang lalu ini, ternyata memang ditunggu-tunggu, terbukti dengan ramainya orang yang datang ke acara yang disiarkan secara langsung melalui gelombang 106,7 FM Radio Mara dan streaming di radio.simaya.net.id ini. Dan yang jelas kedatangan mereka tidak sia-sia, Band-band yang tampil bermain dengan sebaik-baiknya.

Jenny Lynd
Dibuka dengan penampilan band Jenny Lind, tiga anak muda yang terdiri atas Sultan Maulana Ibrahim ( 18 tahun, vcl/gtr), Gunawan ( 16, bas), Zulfi Drajat (17 tahun, drummer) mereka langsung menggebrak dengan lagu Stateboro Blues versi The Allman Brothers, Five To One dari the Doors, I’m Going Down ciptaan mereka sendiri dan Voodo Chille dari Hendrix, langsung memperlihatkan bahwa mereka punya prospek bagus dimasa yang akan datang. Selain dari permainan musik mereka lihat juga repertoar yang mereka mainkan, cukup variatif dan sudah mengggambarkan wawasan mereka. “Sultan, sejak kapan kamu suka blues?” Wah saya nggak tahu persisnya Om, sejak kecil saya sudah suka diajak mendengarkan blues mara bareng-bareng sama papah,” ungkap Sultan yang tahun kelahirannya sama dengan Blues Mara yaitu tahun 1991.

Autism of Blues
Penampilan berikutnya adalah Autism Of Blues, grup yang baru sekitar setahun berdiri tapi sudah langsung masuk ke deretan grup papan tengah di kancah permusikan blues bandung. Hal ini mereka dapatkan karena mereka tidak asal bermain blues, tapi mereka datang dengan konsep yang cukup berbeda dengan band-band blues yang telah ada. Mereka selalu tampil tanpa drum dan tanpa bas elektrik, yang aslinya hanya terdiri dari dua orang, yaitu Adith (vocal/gitar) dan Eka (drum), tapi belakangan mereka juga sering diperkuat oleh Bakrie Oemar ( harmonika), bahkan khusus untuk penampilan di Blues Mara Live Is Back Autism Of Blues dibantu oleh pemain gitar lainnya, yaitu Edo Nggak Ngeblues. “Biar tambah ngisi,” kata Adit. Ya, bagi Autism Of Blues tidak peduli lagu apa yang dimainkan, karena mereka memainkan dengan cara mereka sendiri, apakah itu Stormy Monday yang dijadikan lagu pembuka ataukah lagu Sweet Home Chicago. Kekuatan grup ini adalah dintensitas memainkan musik yang dibawakan.

Tah Geuningan Blues Band
Tak berbeda dengan Autism Of Blues, grup TAH GEUNINGAN BLUES BAND juga tidak penting pada lagu apa yang mereka mainkan, tapi pada musik yang mereka mainkan. Permainan grup yang dimotori oleh John Kondoi ini bahkan selalu memiliki “muatan” , bukan sekedar hiburan. Blues sudah dikuasai sedemikian rupa oleh Kondoi, hingga menjadi alat ekpresi personalnya. Penampilan grup ini selalu berbeda pada tiap kesempatan mereka tampil. Kelihatannya mereka selalu merespon situasi dimana mereka tampil. Dari respon tersebut lahirlah musik yang mereka mainkan. Yang jelas akan selalu ada orasi dari John Kondoi, yang pengemar Tom Wait, pemusik Amerika yang memadukan unsur musik dan teatrikal ini. ” Tapi saya banyak mendapat referensi dari mendengar Blues Mara,” kata Kondoi yang pertama kali bertandang ke Blues Mara pada tahun 1997, saat ia baru tamat SMP.

Budi Arab, Ronni, Pocang, Biranul Anas ....BLUES JAM !
Terakhir adalah penampilan BLUES JAM, yang dimotori oleh Hari “Alexis Korner’ Pochang (harmonica/vokal), yang pada acara Blues Mara Live Is Back ini seperti biasa diperkuat Biranul Anas Zaman (keyboard) , seniman serba bisa, yang baru beberapa minggu sebelumnya mendapat penganugerahan Guru Besar di Seni Rupa ITB, lalu ada Noor “bassman” Ario, ditambah oleh Ronni Brown Sugar (gitar) dan Jimmy Manuyung ex Jack Danniel (gitar) yang sengaja didatangkan oleh Hari Pochang untuk memberikan yang terbaik pada BLUES MARA LIVE IS BACK. Dan memang tak bisa ditawar-tawar kekuatan BLUES JAM yang didukung oleh pemusik-pemusik yang sudah punya jam terbang panjang adalah kematangan musiknya. Mulai dari intro musik yang mereka mainkan suasana itu sudah mulai nampak, dibuka oleh Budi Arab, yang memainkan lagu Walkin Blues dan disambung dengan lagu RED HOUSE. Wow !!! It always to be great moment watching Budi Arab plays this song!! Ya. Pemain gitar yang bagus banyak. Tapi pemain gitar yang berkarakter sedikit. Budi Arab adalah satu diantara yang sedikit itu. Tiap dia membawakan lagu Red House, dimanapun itu, selalu berbeda, dan ketika dia yang membawakannya maka lagu itu sudah menjadi miliknya. Angkat topi untuk Budi Arab yang pada hari Sabtu itu main di tiga tempat. Di Braga Bike Festival, di Blues Mara Live Is Back dan setelah selesai membawakan lagu Red House pada sekitar pukul 23.00 tersebut ia langsung berangkat ke SCORE club di Ciwalk, untuk main bersama gruonya The Time Bomb. Dan Blues Jam tidak hanya menampilkan Budi Arab, juga Dian “Joplin” Blues Power, yang antara lain membawakan lagu Summer Time, dan tentu saja “One Room Country Shack” nya Hari Pochang, yang seperti Red Housenya Budi Arab, juga sudah menjadi lagu miliknya. Dan mungkin Hari Pochang tidak tahu banyak pemusik -pemusik blues muda yang bertanya pada onestopblues. ” Kang lagu apa sih yang sering dibawakan oleh Kang Pochang teh,” kata mereka pada berbagai kesempatan yang berbeda.
Akhirnya, tentu tiada lain Onestopblues sebagai penanggung jawab acara BLUES MARA LIVE IS BACK ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya pada berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini, pemusik, sponsor, donatur, tim kerja dan tentu saja para penonton yang telah mau hadir pada acara ini. Semoga kita bisa menyelenggarakan acara ini dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi !!!
Recent Comments